Senin, 20 Juni 2016

Senandung Pagi untuk Eyang



Waktu itu usia saya sekitar 3 atau 4 tahun, hidup di kota metropolitan membuat kedua orang tua saya harus bekerja keras. Berangkat sebelum matahari terbit dan pulang setelah matahari terbenam, namun tidak menyurutkan semangat mereka. Di usia yang belum memasuki bangku sekolah itu, mau tidak mau saya harus ikut ke tempat mereka bekerja ( kebetulan orang tua saya bekerja dengan orang yg sama). Bangun di pagi buta untuk seusia anak seperti saya waktu itu sudah biasa. Dengan membonceng sepeda motor bapak sering saya tertidur karena hembusan angin pagi yang belum tercemar polusi sebanyak saat ini.

Beruntung orang tua saya bekerja dengan orang yang sangat baik, di sana ada seorang wanita berusia senja yang selalu saya sebut dengan panggilan "Eyang" menganggap saya seperti cucunya. Tidak ada batasan kasta diantara kami, semua berbaur seperti keluarga. Setiap pagi sesampainya ditempat kerja orang tua saya, Eyang sudah duduk diatas kursi rodanya bersiap mendengarkan setiap nyanyian  yang saya bawakan (kala itu lagu anak-anak belum tercemar globalisasi seperti sekarang), berdiri disamping kursi rodanya menyanyikan sebuah lagu sudah menjadi hiburan tersendiri untuk Eyang.

Yaa...Eyang memang sudah sakit sejak lama hingga kehidupan sehari-harinya harus dibantu dengan kursi roda, ibu sayalah yang merawatnya karena puteri Eyang yang saya sebut sebagai "Bude" harus bekerja dimana bapak saya yang mengantarkan setiap pagi ke kantornya (kebetulan bapak saya juga bekerja di kantor yang sama dengan Bude).

Ada suatu hari kondisi kesehatan Eyang menurun sampai harus menjalani rawat inap di salah satu Rumah Sakit di Jakarta. Saya yang masih kecil saat itu tidak tahu apa yang terjadi dengan Eyang, masih saya ingat betul saat itu saya tidak diperbolehkan masuk ke rumah sakit hingga akhirnya saya dititipkan ibu ke penjual koran yang ada di dalam rumah sakit tersebut, saya menunggu sambil membaca majalah BoBo yg dipinjamkan penjual tsb. (pasti kalian tahu majalah itu untuk anak era '90an) 

Singkat cerita...
Eyang sudah diperbolehkan pulang namun kondisinya tidak berangsur membaik, entah firasat atau perasaan kurang enak dari seorang anak kecil saya tidak mau lagi bernyanyi di samping Eyang saat itu. Setiap kali sampai di rumah Eyang saya tidak langsung menemui beliau seperti biasanya tapi saya justru berlari ke ayunan taman komplek yang kebetulan berada tepat di depan rumah Eyang. 

Sampai pada akhirnya Eyang kembali kepada-Nya, tidak ada lagi sosok Eyang yang menunggu senandung pagi dari saya dan tidak ada lagi sosok Eyang yang selalu memberi tepuk tangannya untuk nyanyian saya. Ada kalanya saya merindukan hari-hari itu...
Terima kasih Eyang sudah menjadi salah satu bagian kenangan indah masa kecil saya :)

Rabu, 20 Januari 2016

?



Terkadang kita tidak mengerti kemana hidup ini berjalan?

Kebahagiaan dan kesedihan bisa saja datang tiba-tiba tanpa diundang

Hari ini kita bahagia bisa saja esok kita menangis sejadi-jadinya

Dalam hidup kita dipertemukan dengan satu dan yang lainnya tapi pada akhirnya pun akan terpisahkan

Belajar memahami alur kehidupan yang tidak pernah bisa terduga akan jadi seperti apa

Hanya bisa belajar menjalani kehidupan dengan sebaik-baiknya

Tetap semangat menjalani kehidupan yang ada, ikhlaskan segala kemungkinan yang akan terjadi...


Senin, 25 Februari 2013

...



Tuhan pertemukan kau kepadaku di separuh jalan hidupku
Mengenalkan kita apa itu cinta
Cinta yang lagi.lagi tak pernah kita tahu sejauh mana akan bertahan
Bertahan untuk menyatukanmu denganku
akankah sejauh bumi dan bintang ?atau bahkan lebih jauh lagi ? :)
waktu yang akan menjawab semua keyakinan yang coba aku bangun dalam hati

kadang kau ingatkanku kemungkinan.kemungkinan terburuk yang mungkin akan terjadi suatu saat nanti.
Kau ingatkanku bagaimana menjadi seseorang yang tegar untuk hadapi itu semua
Tak hanya gambaran indah tapi mimpi buruk yang bisa datang tiba-tiba
mungkinkah semudah itu aku bisa melewatinya?

Aku ingin terus bersamamu tapi aku tak mampu berkata sampai kapan
tak semudah bicara jika waktu tak menjanjikan.
berharap tapi tidak ingin menaruh banyak,semua akan indah pada waktunya pasti.

Kamis, 24 Januari 2013

ARTI BERSAMAMU...

Denganmu aku belajar arti kesabaran
Dan bersamamu aku berlatih untuk mengerti & memahami
Ketika aku lelah berjalan ,darimu kukenal apa itu bertahan?
Disaat aku takut akan masalah
Kau mulai mengajariku tentang kedewasaan
Aku bersama orang-orang yang kusayang (memang)
Tapi aku akan merasa lebih nyaman bersamamu sekalipun kau berada di jarak terjauh di dunia


Aku tak berharap ingin menjadi bosan, walaupun rasa itu datang
Aku tak berharap kesabaranku hilang, karena semua penantian akan terasa lebih sia-sia
Aku tak ingin menjadi lemah, inginku menjadi kuat bersamamu
Besar rasaku untuk memahami ,mengerti ,dan menghargaimu
Mencoba untuk sedikit masuk kedalam waktu kesibukanmu
Sekedar mengingatkan hal-hal yang mungkin sedikit kau lupakan

Bukan ambisiku untuk selalu menjadi nomor satu di hatimu
Karena ku tahu ,aku hanyalah kesekian dari mereka yang kau sayang
Tapi aku hanya ingin menjadi seseorang yang selalu ada untukmu dengan waktuku :)


once again this note's dedicated for :
Heksa Saputra Pamungkas

Jumat, 04 Januari 2013

Aku & Kamu di Penghujung Tahun

Hari-hari yang telah berlalu seiring menuju pergantian tahun ini
 Sang waktu yang mengijinkan kita bercerita di teras rumahku, bersepeda bersama,bermain air hujan bahkan hingga aku  & kamu masih bisa menikmati malam di penghujung tahun ini
(this's my first new year when i can spend the time w/ my beloved and enjoy the fireworks with him,whats makes so happy)

Tak pernh kubayangkan ketika aku & kamu semakin dekat
Dan aku merasa lebih baik untuk menjalani semuanya bersamamu
Semakin percaya dan yakin dengan perasaan ini 
merasa selalu ingin disampngmu,walau kadang aku tak mampu berkata: "i want to meet you everytime dear"

Dan baru kali ini aku merasa sangat kehilangan akan keberangkatanmu yang kesekian kalinya yang sebelumnya pernah aku alami
Entah mengapa? apa karna pertemuan kita kemarin yang sering??
Tapi ya sudahlah mungkin perasaan takutku sesaat saja
Aku yakin one day aku dan kamu akan dipertemukan lagi, bahkan sampai menikmati malam penghujung tahun esok dan seterusnya


Thank's a lot for God,
"Aku bahagia akan waktu yang mempertemukan aku & kamu di penghujung tahun ini..."

Minggu, 21 Oktober 2012

Doaku Rinduku...

Dari sini dimana tempatku berdiri aku titipkan doa pada Tuhan ,
agar kau yang ada jauh disana selalu dalam kasih-Nya . . .
Tak lepas dari segala yang diridhoi-Nya,
selalu dalam keadaan baik seperti disaat aku mengenalmu .

Untukmu yang ku kasihi ,
ketahuilah disaat rindu ku datang menghampiri .
Aku selalu mencoba untuk melewatinya bersama Tuhan,
dengan doa yang kupanjatkan untukmu selalu.
Untuk kebaikan dan kebahagiaanmu

Aku disini mencoba untuk bertahan diri,
menanti hadirmu sekaligus menjadi penyemangat hatimu .
Tak ingin aku merasa lelah,
lelah menanti untuk melangkah bersamamu .

Kasih ini hanyalah sepenggal doa yang kutitipkan pada Tuhan untukmu :)
Jaga hatimu dan kasihmu selalu ...

Minggu, 07 Oktober 2012

surat rindu untuk ayah

Untukmu Ayah yang ku cinta,

Ayah ,kaulah sosok lelaki terhebat yang pernah aku kenal
Yang selalu berusaha membuatku tersenyum,yang selalu memanjakanku dikala aku ingin ini itu
Yang selalu membelaku dan coba menenangkan hatiku disaat aku bergemuruh emosi..

Ayah...
Aku bahagia,aku tenang,aku nyaman disaat bersamamu
Aku merindukan sosokmu untuk berada disini ,disampingku
akankah semua kebersamaan yang dulu ada akan terulang lagi?

Taukah ayah..
Hati ini terasa sesak jika mengingat semua yang telah terjadi,
tak tahu berapa banyak air mata yang jatuh untukmu
Sebuah penyesalan kekecewaan yang ada terasa sia-sia

Tak banyak yang tahu dengan apa yang kurasa saat ini,Ayah..
mungkin karena aku lebih banyak menahan semuanya dalam diamku

Ayah..
kembalilah pada ku,ibu ,kakak ,adik ,dan semuanya yang merindukan kehadiranmu
kembalilah seperti dulu,Ayah yang kurindukan :)